6 hours ago
Quote:Reza Nurfachmi, January 5, 2025
Jenkins, sebelumnya bernama Hudson, adalah salah satu Open Source Automation Server yang populer sampai saat ini. Jenkins sangat memiliki banyak plugins yang membantu proses building, deploying, serta automating banyak jenis projek.
Quote:
Jenkins dibangun menggunakan Java, pastikan kamu sudah menginstall SDK Java yang versi LTS. Untuk menginstall-nya, silahkan googling sendiri ya.
Prerequisites
Konfigurasi hardware yang direkomendasikan adalah:
4 GB+ of RAM
50 GB+ of drive space
Adapun software yang harus ada untuk menjalankan Jenkins, antara lain:
Java: versi 11, 17, atau 21
Browser: Google Chrome, Mozilla Firefox, Microsoft Edge, atau Apple Safari
Git
Berikut adalah spesifikasi komputer yang penulis pakai:
Code:
git --version
git version 2.34.1
java --version
openjdk 21.0.5 2024-10-15
OpenJDK Runtime Environment (build 21.0.5+11-Ubuntu-1ubuntu122.04)
OpenJDK 64-Bit Server VM (build 21.0.5+11-Ubuntu-1ubuntu122.04, mixed mode, sharing)Adapun Jenkins-nya penulis pakai versi 2.479.2 yang bisa diunduh di sini. Kalau versi lainnya, bisa diunduh di sini. Jika versi Java-mu berbeda, maka silahkan lihat halaman ini ya untuk menyesuaikan versi Jenkins-nya.
Setelah mengunduh file jenkins.war, silahkan jalankan perintah ini di path terletaknya file tersebut.
Code:
java -jar jenkins.war --httpPort=9090 &Port-nya penulis ubah menjadi 9090 supaya beda aja. Defaultnya ia menggunakan port 8080.
Pastikan nanti muncul teks seperti ini:
Code:
Jenkins initial setup is required. An admin user has been created and a password generated.
Please use the following password to proceed to installation:
e0b2e5478******4ecd6a18a050
This may also be found at: /home/reza/.jenkins/secrets/initialAdminPasswordKalau sudah muncul, maka buka browser dan arahkan ke alamat localhost:9090 atau sesuaikan saja jika kamu menginstall di cloud atau virtual machine.
![[Image: jenkins-install.jpg?w=1007&ssl=1]](https://i0.wp.com/nurfachmi.com/wp-content/uploads/2025/01/jenkins-install.jpg?w=1007&ssl=1)
Isi dengan password yang diberikan, lalu klik tombol Continue.
---
Pada Costumize Jenkins, pilih Select plugins to install karena kita gak begitu butuh banyak plugin juga sih.
![[Image: jenkins-plugins-selection.jpg?resize=640%2C343&ssl=1]](https://i0.wp.com/nurfachmi.com/wp-content/uploads/2025/01/jenkins-plugins-selection.jpg?resize=640%2C343&ssl=1)
Pilih none lalu klik tombol Install.
![[Image: jenkins-plugins-options.jpg?resize=640%2C578&ssl=1]](https://i0.wp.com/nurfachmi.com/wp-content/uploads/2025/01/jenkins-plugins-options.jpg?resize=640%2C578&ssl=1)
Selanjutnya adalah buat kredensial Administrator untuk Jenkins kamu. Jangan lupa klik tombol Save and Continue.
![[Image: jenkins-admin-user.jpg?resize=640%2C584&ssl=1]](https://i0.wp.com/nurfachmi.com/wp-content/uploads/2025/01/jenkins-admin-user.jpg?resize=640%2C584&ssl=1)
Terakhir pastikan instalasi Jenkins-nya. Lalu klik tombol Save and Finish.
![[Image: jenkins-instance-config.jpg?resize=640%2C579&ssl=1]](https://i0.wp.com/nurfachmi.com/wp-content/uploads/2025/01/jenkins-instance-config.jpg?resize=640%2C579&ssl=1)
Terakhir, klik tombol Start using Jenkins.
![[Image: jenkins-is-ready.jpg?resize=640%2C577&ssl=1]](https://i0.wp.com/nurfachmi.com/wp-content/uploads/2025/01/jenkins-is-ready.jpg?resize=640%2C577&ssl=1)
---
Daaan inilah tampilan Dashboard awalnya.
![[Image: jenkins-dashboard.png?resize=640%2C549&ssl=1]](https://i0.wp.com/nurfachmi.com/wp-content/uploads/2025/01/jenkins-dashboard.png?resize=640%2C549&ssl=1)
Nah, apa saja yang ada di dashboard ini?
Perhatikan sidebar paling bawah (Build Executor Status), di sana terdapat 2 worker yang nantinya akan menjalankan seluruh job yang kita tentukan untuk si Jenkins ini.
Quote:Karena satu dan lain hal, khususnya karena banyak issue teknis, pada praktik selanjutnya, tangkapan layar akan menggunakan Jenkins versi 2.479.2
![[Image: jenkins-dashboard-2.png?resize=640%2C549&ssl=1]](https://i0.wp.com/nurfachmi.com/wp-content/uploads/2025/01/jenkins-dashboard-2.png?resize=640%2C549&ssl=1)
Nah, barulah kita akan membuat Job baru setelah ini.
---
Membuat Job pada Jenkins
Klik pada menu Create a job atau New Item pada dashboard, selanjutnya kita harus mengisi nama jobnya.
![[Image: jenkins-new-job.jpg?resize=640%2C278&ssl=1]](https://i0.wp.com/nurfachmi.com/wp-content/uploads/2025/01/jenkins-new-job.jpg?resize=640%2C278&ssl=1)
Setelah itu akan muncul halaman dengan banyak opsi yang bisa kita utak-atik. Kurang lebih tampilannya seperti ini:
![[Image: jenkins-config-new-job.png?resize=640%2C814&ssl=1]](https://i0.wp.com/nurfachmi.com/wp-content/uploads/2025/01/jenkins-config-new-job.png?resize=640%2C814&ssl=1)
Silahkan isi deskripsinya lalu klik tombol Save.
![[Image: jenkins-new-job.png?resize=640%2C549&ssl=1]](https://i0.wp.com/nurfachmi.com/wp-content/uploads/2025/01/jenkins-new-job.png?resize=640%2C549&ssl=1)
Nah, selesai tahap instalasi awal Job di Jenkins, selanjutnya kita akan mengintegrasikan projek kita yang ada di GitHub ke Jenkins ini.
---
Kalau kita kembali ke Dashboard lagi, maka halamannya sudah ada perubahan. Kini sudah ada Job yang telah kita buat tadi.
![[Image: jenkins-dashboard-new-item.png?resize=640%2C368&ssl=1]](https://i0.wp.com/nurfachmi.com/wp-content/uploads/2025/01/jenkins-dashboard-new-item.png?resize=640%2C368&ssl=1)
Pada tabel tersebut, tertulis N/A pada kolom Last Success, Last Failure dan Last Duration. Hal tersebut menandakan bahwa job kita belum pernah dijalankan sama sekali. Maka untuk menjalankannya, tinggal klik saja tombol ikon play warna hijau itu dan tunggu beberapa saat.
![[Image: jenkins-first-build.png?resize=640%2C333&ssl=1]](https://i0.wp.com/nurfachmi.com/wp-content/uploads/2025/01/jenkins-first-build.png?resize=640%2C333&ssl=1)
Silahkan kamu klik Jobnya tersebut dan perhatikan ada perubahan apa saja yang terjadi ya. Harus mandiri. Hahaha.
Baik, kembali lagi ke urusan GitHub.
Pada awalnya, Jenkins tidak tau bagaimana caranya mengambil dan mengelola projek kita yang ada di GitHub. Maka dari itu kita harus menginstall plugin Git terlebih dahulu.
Kembali ke Dashboard, kemudian klik menu Manage Jenkins.
Lalu klik menu Plugins.
Klik menu Available plugins lalu ketikkan git sebagai keyword pencariannya.
Centang pada plugin Git, lalu pilih tombol Install after restart.
![[Image: jenkins-install-plugin-git.png?resize=640%2C333&ssl=1]](https://i0.wp.com/nurfachmi.com/wp-content/uploads/2025/01/jenkins-install-plugin-git.png?resize=640%2C333&ssl=1)
Lalu halaman akan berpindah dan scroll ke paling bawah, centang opsi Restart Jenkins when installation is complete and no jobs are running dan tunggu hingga selesai instalasinya.
Pastikan kamu sudah setting SSH-nya ya. Kalau belum, bisa lihat video berikut.
Quote:https://www.youtube.com/watch?v=Fl91ObvW8tY
Oke, sampai sini penulis anggap kamu sudah selesai tahap SSH-nya. Karena selanjutnya ialah menghubungkan Jenkins dengan SSH.
Kembali lagi ke Dashboard, lalu klik Manage Jenkins. Cari menu Credentials. Kemudian klik menu (global).
![[Image: jenkins-global-cred.jpg?resize=640%2C365&ssl=1]](https://i0.wp.com/nurfachmi.com/wp-content/uploads/2025/01/jenkins-global-cred.jpg?resize=640%2C365&ssl=1)
Lalu klik tombol Add Credentials.
Berikut adalah pengaturan yang saya isi.
Kind: SSH Username with private key.
Scope: Global
ID: github-aaezha
Description: Credential GitHub AaEzha
Username: AaEzha
Private Key: Enter directly
Jika berhasil, maka muncul seperti ini:
![[Image: jenkins-credential-success.png?resize=640%2C333&ssl=1]](https://i0.wp.com/nurfachmi.com/wp-content/uploads/2025/01/jenkins-credential-success.png?resize=640%2C333&ssl=1)
Sampai di sini, kita seharusnya berhasil menyambungkan Jenkins dengan GitHub. Mari kita buktikan!
---
Kembali lagi ke Dashboard, pilih Job yang telah dibuat, pada kasus saya namanya Belajar Jenkins, lalu pilih menu Configure.
Pada opsi Source Code Management, pilih Git dan isi Repository URL projek kalian dan pastikan Credentials-nya adalah yang barusan dipilih serta tulis branch utama di opsi Branches to build.
Agar meyakinkan, coba dengan repositori privat yang kamu punya.
Misalnya seperti ini:
![[Image: image.png?resize=640%2C627&ssl=1]](https://i0.wp.com/nurfachmi.com/wp-content/uploads/2025/01/image.png?resize=640%2C627&ssl=1)
Lalu pada opsi Build Steps, klik dropdown Add build step, pilih Execute shell dan silahkan isi dengan perintah-perintah yang ingin dijalankan saat telah berhasil meng-clone repositori tersebut.
Karena repositori contoh saya adalah projek Laravel, maka saya ingin coba menambahkan satu perintah dahulu, yakni composer install dan ingin lihat hasilnya.
Lalu klik dulu tombol Save untuk memastikan bahwa kita telah berhasil dan tak ada error sampai sini.
![[Image: image-1.png?resize=640%2C403&ssl=1]](https://i0.wp.com/nurfachmi.com/wp-content/uploads/2025/01/image-1.png?resize=640%2C403&ssl=1)
Terakhir klik menu Build Now untuk testing konfigurasi di atas. Tunggu sebentar akan ada progress di pojok kiri bawah.
![[Image: image-2.png?resize=394%2C319&ssl=1]](https://i0.wp.com/nurfachmi.com/wp-content/uploads/2025/01/image-2.png?resize=394%2C319&ssl=1)
Silahkan klik pada angka #4 atau berapapun yang ada di layar kamu lalu klik menu Console Output untuk melihat proses yang terjadi.
![[Image: image-3.png?resize=640%2C359&ssl=1]](https://i0.wp.com/nurfachmi.com/wp-content/uploads/2025/01/image-3.png?resize=640%2C359&ssl=1)
Nampak pada punya saya lancar jaya, terlihat di sana ada tulisan composer install dan selanjutnya berjalan sebagaimana seharusnya.
Kalau kita klik kembali nama jobnya, lalu pilih menu Workspace, maka akan muncul direktori projek kita.
![[Image: image-4.png?resize=640%2C532&ssl=1]](https://i0.wp.com/nurfachmi.com/wp-content/uploads/2025/01/image-4.png?resize=640%2C532&ssl=1)
Nah, sampai sini kita sudah berhasil melakukan cloning dan menjalankan build steps. Silahkan tambahkan sendiri script atau command lainnya sesuai kebutuhan ya.
Etapipaaak, itu buildnya masih manual. Bagaimana caranya agar otomatis saat ada perubahan kode di repository, maka si build step ini berjalan sendiri tanpa bantuan kita?
---
Mungkin ini tahap terakhir, yaitu membuat build step-nya berjalan otomatis saat ada perubahan pada branch yang kita set pada konfigurasi sebelumnya. Let’s go!
Kembali lagi ke halaman Job, kemudian pilih menu Configure.
Pada opsi Build Triggers, pilih opsi Poll SCM yang artinya si Jenkins akan melakukan build jika ada perubahan kode pada branch terpilih dalam rentang waktu yang ditentukan. Adapun rentang waktu yang paling minimal ialah setiap satu menit.
Code:
* * * * *Kamu bisa isi dengan konfigurasi lainnya seperti mengatur cron. Lebih lengkapnya bisa baca di sini.
![[Image: image-5.png?resize=640%2C234&ssl=1]](https://i0.wp.com/nurfachmi.com/wp-content/uploads/2025/01/image-5.png?resize=640%2C234&ssl=1)
Jangan lupa klik tombol Save jika sudah selesai
Untuk membuktikannya, coba lakukan perubahan kode dan push ke repositori dan tunggu apakah Jenkins akan otomatis melakukan build? Jika iya, selamat kamu berhasil menamatkan Jenkins Level 1. Alhamdulillah.
Jangan sungkan untuk bertanya via komen ya kalau ada pertanyaan atau koreksi. Syukron udah mau baca sampai sini.


![[Image: jenkins.jpg]](https://nurfachmi.com/wp-content/uploads/2025/01/jenkins.jpg)